SEKILAS INFO
  • 3 minggu yang lalu / Sebaik-baik kamu adalah bermanfaat bagi orang lain
WAKTU :

Tausyiah Subuh ” Bersedekah Hanya Mengharap Ridho Allah ” ( Al-Ustadz H. Toharuddin )

Terbit 17 Oktober 2021 | Oleh : suprianto | Kategori :
Tausyiah Subuh " Bersedekah Hanya Mengharap Ridho Allah " ( Al-Ustadz H. Toharuddin )

Tausyiah Subuh ( 10 Rabiulawal 1443 H / 17 Oktober 2021 )

“ Bersedekah Hanya Mengharap Ridho Allah SWT  “

Oleh : Al-Ustadz  H. Toharuddin

انّ الْحَمْدَللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسَتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ

“Latin : Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a’malina man yahdillah fala mudhilla lah wa man yudhlilhu fala haadiya lah”

Kaum muslimin dan muslimah jamaah sholat subuh Masjid Al-Istiqomah yang saya hormati dan muliakan.

Bersyukur kita kepada Allah SWT yang karena rahmatnya kita masih diberikan umur yang panjang dan nikmat yang begitu besar yakni nikmat iman dan islam.

Selawat beriring salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW yang menuntun kita kejalan kebenaran melalui risalah agama yang dibawanya dan Insya Allah kita  mendapatkan syafaat di kemudian hari.

kajian kita pagi ini adalah “  Bersedekah  Hanya Mengharap Ridho Allah SWT. “

Bersedekah adalah ibadah yang mulia. Dengan bersedekah, kita mampu mengaplikasikan keimanan kita dengan merasa empati akan keadaan orang lain dan Islam mengajak dan mendorong bersedekah sebagai kasih sayang kepada orang-orang yang lemah dan membantu orang-orang fakir,  disamping pahala dan ridho Allah yang besar akan kita dapatkan.

Akan tetapi, menurut Syekh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry, dalam buku “Sedekah Sunnah,” menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bersedekah yakni :

  1. Lakukan dengan ikhlas karena Allah SWT

Dari Umar bin Khathb RA, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya setiap amal disertai niat, dan seseorang itu hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya.'” (HR Bukhari no 1 dan Muslim no  1907)

  1. Harus berasal dari harta yang halal dan baik 

Allah SWT itu Mahabaik, tidak menerima kecuali yang baik. Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.” (QS al-Baqarah [2]: 267)

  1. Harta terbaik dan paling disukai 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran [3]:92)

  1. Janganlah bermaksud dapat balasan yang lebih 

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (QS al-Muddatstsir [74]:6)

  1. Hati-hati dari sesuatu yang membatalkan sedekah, seperti menyebut pemberian dan menyakiti 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia.” (QS al-Baqarah [2]: 264)

  1. Rahasiakan sedekah 

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS al-Baqarah [2]: 271)

  1. Agar memberikan sedekah sambil tersenyum, wajah berseri dan jiwa yang baik, serta meridhakan amil zakat dengan menunaikan yang perkara wajib  

Dari Jarir bin Abdullah RA bahwa Rasulullah  bersabda, “Apabila penerima sedekah datang pada kalian, maka hendaklah kalian menginfakkannya sedang dia ridha pada kalian” (HR Muslim no 989)

Didalam tausyiah Ustadz H. Toharuddin juga menghimbau dan mengharapkan kepada para jemaah untuk selalu tergerak hatinya untuk bersedekah dan kepada pengurus BKM yang bergabung di UBKMMU ( Ukhuwah BKM Medan Utara ) untuk  menyisihkan dana di setiap jumat sebesar Rp. 100.000 ( seratus ribu rupiah )  untuk dikumpulkan dan dananya diperuntukan demi kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat melalui program kegiatan penyantuanan anak yatim dan fakir miskin, pemberian beasiswa, merenovasi masjid, pendidikan, sosial , kesehatan dan pengembangan kompetensi generasi muda Islam. bayangkan jika satu bulan terkumpul Rp. 400.000,- / masjid dan dikalikan jumlah masjid yang ada di daerah Medan utara kira-kira 1000 masjid, maka akan terkumpul dana sebesar 400 juta setiap bulannya dan jika dikalikan satu tahun maka akan ada dana sebesar 4,8 milyard. dengan dana yang besar itu kita dapat memamfaatkan demi terealisasinya program-program yang saya sebutkan tadi, demikian ujarnya.

Pada jam 06.25 tausyiah diakhiri dengan pembacaan doa yang langsung dipimpin oleh Al-Ustadz H. Toharuddin.

Turut hadir dalam kegiatan tausyiah subuh Ketua BKM Bp. H. Eko Ariawan dan unsur pengurus lainnya.

( Admin )

Wassalammualaikum.

SebelumnyaKhutbah Jumat tentang " Dua Perkara yang ditakuti anak Adam " SesudahnyaPeringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H ( Al-Ustadz H. Ferry Syahputra, MHI )

Tausiyah Lainnya